sungguh ini benar dimulai?

tentang kamu lagi-
Ada beberapa hal yang aku yakini, salah satunya adalah mengenai titik. Aku yakin semua hal di dunia ini memiliki titik. Entah ini untuk yang sesederhana kalimat ini, atau yang serumit perasaanku.
Pada tulisanku yang ke sekian, kamu masih menjadi tokoh utama yang selalu ingin aku tuliskan.
Sebentar…..
Tiba tiba aku mencium bau parfummu. Biarkan aku menikmatinya sekejap ya, agar rindu ini semakin menjadi dan aku bisa ceritakan bagaimana aku yang sekarang.
Harus berapa kali aku menyebut syukur sekarang..
Memiliki dan dimiliki olehmu.
Menjadi bagian bagian yang salah satunya selalu kau pikirkan.
Menjadi semangat dari kelelahanmu.
Mungkin… jika titik sudah lebih dulu aku tuliskan.
Mungkin… jika kamu sudah terlambat menyadari semuanya..
Kita hanya menjadi sepasang insan yang bertemu, dekat, jatuh cinta, jauh lalu lupa..
Entah, perempuan apa aku ini. Dapat yakin akan sebuah kejelasan yang menurutku aku sudah berada pada titik kekalahan.
Kalah...
Dikalahkan oleh rindu-rinduku yang membuatmu bosan..
Yang digerus oleh andaian andaianku yang tak kunjung temu
Dikalahkan dengan kesendirian yang kau tinggalkan
Atau mungkin, kita hanya sebuah kebetulan yang bahkan tak tertulis dimasa depan. Dan titik ini akan membawa kita menjadi sebuah kenangan..
Sempat berkali aku kali ingin menyerah. Hingga aku merasaa..
Aku hanya ingin lebih sering berdua dengan TuhanKu, memperbincangkanmu, memohon agar kamu selalu dalam lindunganNya, memintaNya agar selalu sematkan kebahagian dan kesehatan dalam sela sela kesibukanmu..
Kalau tidak percaya, tanyakan saja padaNya. Dia tau betapa gigihnya aku memohon padamu agar dikuatkan untuk bertahan
dengan bermodalkan keyakinan..
Keyakinan bahwa kesabaranku tidak akan berbuah sia sia.
Kalaupun kesabaran dan kekuatanku bertahan saat itu tak berbuah hasil, berarti yang aku usahakan memang bukan untukku..
Aku percaya kekosongan itu akan berganti menjadi ketenangan. Atau mungkin Tuhanku sedang mempersiapkan kejutan lain..
Ternyata benar.
Kesabaran itu manis.
Aku yang selama ini merasa berjuang,jatuh, bangkit dan bertahan sendirian. Ternyata memang tak sepenuhnya benar Karena aku hanya memandang diriku sendiri.
Ternyata diam-diam kamu perduli, bahkan dengan tulisan keluh kesahku.
Secepat itu Tuhan mengabulkan doaku.
Iya, Kamu benar benar kembali tanpa aku meminta sepatah kata pun…
Jika ini memang sudah seharusnya kita mulai,
Semoga kembalimu memang benar benarnya kembali
Menjadi yang benar benar pandai bertahan demi aku
mampu menjelaskan betapa aku begitu kau cintai.
Sanggup mengajariku banyak hal, mampu menghadapi segala keegosianku dan keras kepalaku..
yang tidak pernah lelah saling merindui
Bahkan selalu hangat seperti setengah gelas kopimu dipagi hari
Dan yang selalu manis seperti gula diujung lidah yang kau kecup
Tapi semoga kembalimu memang benar hanya untukku dan tetap untukku
Ya kan mas?.. 💙

boleh lihat lebih banyak lagi disini 


    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    ternyata tidak mudah